Jaringan Komunitas WalletFriend

WalletFriend adalah suatu jaringan komunitas dimana anda bisa memperoleh tips dan saran mengenai penghematan uang dan penganggaran dalam transfer uang. Kami juga menghadirkan kehidupan tenaga kerja di Malaysia dengan berbagi kisah pribadi mereka termasuk tantangan yang dihadapi ketika mengirimkan uang ke rumah.

Kisah Personal

Kenali kisah nyata di balik wajah orang-orang asing ini dan temukan pengalaman mereka di luar layanan transfer uang.

Hidup Penuh Keajaiban

“Saya tidak pernah berpikir bahwa pindah ke Singapura adalah keputusan bijak yang telah saya buat. Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan bahasa Inggris saya tidak begitu bagus. Saya pikir saya tidak akan bertahan di sini lebih dari 2 tahun tetapi lihatlah saya sekarang, tahun ini akan menjadi 6 tahun saya di sini. …

Lanjut baca

Tingkatkan Gaya Hidup Anda – Ikuti Kata Hatimu

“Tinggal di luar negeri tidak sama dengan negara Anda sendiri. Meskipun masih di wilayah Asia yang sama tetapi Singapura dan Indonesia terlalu berbeda. Indonesia adalah negara besar sementara Singapura adalah negara kecil. Tetapi orang-orang di Singapura jauh lebih maju daripada orang-orang di Indonesia. Selanjutnya, orang-orang di sini semua bisa berbahasa Inggris. Kembali di Indonesia semua …

Lanjut baca

Saya 53 Memiliki 3 Pekerjaan – Usia Bukan Penghalang

“Di masa kecilku hanya anak-anak kaya atau anak pintar yang bisa pergi ke sekolah. Anak-anak yang tidak berpendidikan atau tidak pandai seperti saya tidak sangat maju untuk pergi ke sekolah. Pendidikan pada waktu itu sangat sulit didapat karena saya berasal dari keluarga miskin. Keluarga saya tidak mampu membayar biaya sekolah dan karena saya bukan siswa …

Lanjut baca

Mencari dan menyimpan uang untuk membantu keluarga

“Saya datang ke Singapura karena saya sangat membutuhkan pekerjaan. Saya ingin mendapatkan dan menyimpan uang untuk membantu keluarga di kampung halamanku di Lombok, Indonesia. Saya tidak pernah berencana untuk pindah dari desa saya sampai teman saya memberi tahu saya bahwa bekerja di Singapura akan memungkinkan saya merasakan “menjalani hidup Anda sepenuhnya” di masa depan. Saya …

Lanjut baca

Bukan gampang saat menyara keluarga dari jauh

“Terlalu sulit ketika kita mengambil alih sebagai tulang punggung dari seluruh keluarga” Saya telah bekerja sejak saya masih muda. Saya berasal dari keluarga miskin. Saya berasal dari Jawa Timur. Sulit untuk bisa bekerja di Indonesia dan pembayarannya tidak begitu baik. Kita bekerja sangat keras akan tetapi jumlah yang di terima pada hari akhir masih tidak …

Lanjut baca

Rencana Panjang Untuk Diri Saya

“Saya memiliki rencana panjang untuk diri saya sendiri sehingga di masa depan saya tahu apa yang harus dilakukan semasa masa sulit.” “Saya berusia 26 tahun dan telah bekerja di Malaysia selama 5 tahun. Sejak saya berusia 21 tahun, saya memulai pekerjaan pertama saya di sebuah pabrik, saya tidak dapat melanjutkan studi dan dipaksa untuk mengikuti …

Lanjut baca

Setelah Kululus Dari Universitas

“Saya memiliki rencana panjang untuk diri saya sendiri. Setelah lulus dari Universitas, saya akan mencoba untuk mendapatkan pekerjaan di Bandung sementara di Malaysia” “Saya saat ini berusia 24 tahun dan telah bekerja di Malaysia selama 4 tahun. Di Malaysia, saya bekerja sebagai operator di sebuah pabrik yang berlokasi di Shah Alam. Saya mendapatkan hari libur …

Lanjut baca

Pentingnya Ketulusan

“Majikan saya melayan saya seperti saudara perempuannya.” “Suami saya dan saya sudah bercerai dan saat itu, saya tidak memiliki pekerjaan atau tabungan. Karena pekerjaan di kampung halaman saya sangat terbatas, saya memutuskan untuk menerima kesempatan untuk bekerja di Malaysia dan mendapatkan sejumlah uang untuk masa pensiun saya. Anak saya juga mengikuti saya ke Malaysia dan …

Lanjut baca

Hati Yang Bersyukur

“Saya tetap bersyukur dengan kehidupan saya sekarang walaupun bukan bekerja di negara sendiri” “Saya memutuskan untuk pindah ke Malaysia setelah suami saya meninggal dunia dan saya belum pernah bekerja sebelumnya. Saya memulai pekerjaan pertama saya sebagai pembersih kantor di Kuala Lumpur. Meskipun anak saya sudah lulus SMA, saya masih perlu bekerja untuk keluarga kami. suami …

Lanjut baca

Doaku Akhirnya Dijawab

“Ianya bukan mudah untuk membesarkan 5 orang anak” “Saya adalah ibu tunggal yang bekerja di Malaysia sejak tahun 1993. Saya memulai pekerjaan pertama saya sebagai pembantu rumah tangga dan saya mengirim uang ke 5 anak saya di Indonesia setiap bulan sejak saat itu. Saya harus bekerja karena saya tidak punya pilihan. Ada kesempatan kerja di …

Lanjut baca

Kehilangan Suamiku Secara Mengejut

“Saya kehilangan suami saya tiba-tiba tanpa mengucapkan maaf atau saya mencintainya” “Saya baru saja tiba di Malaysia 6 bulan yang lalu, saya akui bahwa saya masih belum mengenal tempat ini tapi teman-teman saya tidak pernah berhenti membantu saya menyesuaikan hidup saya di Malaysia. Teman-teman saya kebanyakan lebih muda dari saya dan saya yang tertua dalam …

Lanjut baca

Saya Akan Selalu Bersedia

“Saya selalu mengajar diri sendiri untuk tidak jahil dalam hal pendidikan, meskipun guruku mungkin lebih muda dariku.” “Saya tidak pernah merasa bahwa saya terlalu tua untuk pengetahuan baru. Usia hanyalah nombor. Selama 15 tahun saya bekerja di Malaysia, saya selalu mengingatkan diri untuk tidak jahil mempelajari pengetahuan baru. Saya sangat tertarik untuk belajar sebanyak mungkin …

Lanjut baca

Membalas Jasa Orang Tuaku

“Saya bermimpi mendapatkan pekerjaan sepadan dengan usaha yang saya berikan” “Saya sudah bekerja di Malaysia selama 2 tahun dan karena saya tidak berkesempatan belajar saat berada di kampung, saya melanjutkan studi saya di Malaysia. Untungnya, kami diberi pendidikan dan kemampuan belajar untuk persiapan kami disini dan juga di tanah air. Saya kemari untuk mencari pekerjaan …

Lanjut baca

Untuk Mulakan Kehidupan Yang Lebih Baik

“Saya di sini untuk memulai kehidupan yang lebih besar dan lebih baik.” “Setelah berbulan-bulan menganggur di kampung, saya memutuskan untuk mencari pekerjaan di Malaysia. Saya mulai bekerja sebagai asisten di foodcourt dan baru berusia 20 tahun saat itu. Saya merasa sangat gugup karena saya tidak memiliki pengalaman kerja. Tapi untungnya, atasan saya sangat membantu untuk …

Lanjut baca

Berkongsi Pengalaman dan Pandangan

“Disana, Sarjana juga belum tentu dapat pekerjaan.” “Indonesia tidak seperti yang kita bayangkan. Ketika masih di UKM, saya masih ingat ada yang bertanya kepada saya apakah kami di Indonesia memiliki komputer dan laptop. Saya meminta mereka untuk secara pribadi datang ke Indonesia dan membiarkan mereka melihat bagaimana kami hidup di sini. Ya, Kami juga memiliki …

Lanjut baca

Kesempatan untuk Belajar

“Saya harus bekerja dan belajar sama karena saya tidak berkesempatan belajar saat berada di Indonesia.” “Saya tidak bisa terus belajar karena masih memiliki dua anak masih di sekolah dan orang tua kita belum mampu membayar biaya sekolah kita. Saya bersedia berkorban untuk saudara kandung saya. Di desaku sangat sulit mendapatkan pekerjaan dan gaji yang lumayan. …

Lanjut baca

Mengejar Kesuksesan Dunia Akhirat

“Pada tahun 2019, setelah bisa memberangkatkan orang tua saya umroh.” “Saya mulai bekerja di Singapura pada tahun 1998. Sempat pulang untuk menikah pada tahun 2006 dan kembali lagi ke Singapura pada tahun 2011. Saya mempunyai satu anak laki-laki dari pernikahan saya dengan mantan suami saya. Karena sebab tertentu, saya harus meninggalkan anak saya saat dia …

Lanjut baca

Bekerja Untuk Hari Tua

“Saya kehilangan semua tabungan hasil jerih payah saya, rumah saya, dan hak asuh anak-anak saya.” “Ibu saya meninggal ketika saya berumur 5 tahun. Ayah saya menikah laki dengan wanita lain dan saat saya berumur 8 tahun, ayah saya meninggal karena kecelakaan. Sejak saat itu, ibu tiri saya lah yang membesarkan saya. Saya menikah di usia …

Lanjut baca

Impian Untuk Adikku

“Saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sama di Indonesia tetapi gajinya terlalu rendah” “Saya menganggur selama 2 tahun di Indonesia dan akhirnya saya memilih untuk bekerja di Malaysia dan meninggalkan keluarga saya di kampung halaman saya. Keluarga saya tidak mampu menampung yuran pengajian saya sehingga saya tidak memiliki pilihan lain untuk menghentikan studi saya. Bagi saya, …

Lanjut baca

Menabung Untuk Modal Usaha

“Suatu saat nanti, jika saya sudah punya modal yang cukup, saya mau pulang dan memulai usaha sendiri, semacam membuka toko dan berjualan.” “Secara pribadi, dulu saya memutuskan untuk bekerja di Singapura karena saya mau melupakan seseorang. Namun tidak hanya itu, saya juga ingin mencari nafkah untuk membantu ibu, kedua adik saya, serta menghidupi anak saya. …

Lanjut baca

Persiapan Untuk Masa Depan

“Saya tidak rasa saya terlalu tua untuk ke sekolah” “Saya tiba di Malaysia 26 tahun yang lalu dan memulai pekerjaan pertama saya sebagai pembantu rumah tangga. Setelah bertahun-tahun bekerja untuk orang lain, saya mulai mengenal orang-orang di kejiranan saya dan memulai bisnis kecil saya sendiri. Awalnya agak sulit untuk Saya mendapatkan keuntungan dari bisnis saya …

Lanjut baca

Berjuang Untuk Buruh Migran

“Saya berharap, selain bisa bertanggung jawab pada anak-anak saya, saya juga bisa terus berjuang untuk hak dan kesejahteraan para buruh migran.” “Saya orang tua tunggal, ibu dari 2 orang anak. Agar bisa terus menghidupi mereka, pada tahun 2005, saya memutuskan untuk datang ke Singapura dan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Lebih dari 10 tahun tinggal …

Lanjut baca

Perjalanan Hidupku

“Saya tidak tahu berapa umur saya sekarang karena kehidupan kami di kampung halaman saya sangat susah dan kami tidak diberi kartu identitas atau akte kelahiran” “Saya tidak tahu berapa umur saya sekarang karena kehidupan kami di kampung halaman saya sangat susah dan kami tidak diberi kartu identitas atau akte kelahiran. Ibu saya tidak mampu untuk …

Lanjut baca

Memanfaatkan Waktu Luang Dengan Baik

“Sepupu saya menasehati saya untuk memanfaatkan waktu luang saya dengan baik. Dia juga merekomendasikan saya untuk mengikuti kursus kecantikan rambut.” “Ayah saya meninggal 6 tahun yang lalu, meninggalkan saya dan ibu saya. Sebagai orang tua tunggal dan anak satu-satunya, saya harus bisa berperan sebagai tulang punggung untuk ibu dan anak perempuan saya di kampung. Saya …

Lanjut baca

Seorang Wanita Seperti Aku

“Dan di situlah saya bertemu dengan pacar saya saat ini, seorang pria dari Nepal. Sulit bagi kami untuk berbicara karena masalah bahasa tapi itu bukan masalah bagi kami. “ “Saya masih menyembunyikan hubungan saya dengan pacar saya dari orang tua saya Karena saya khawatir mereka tidak dapat menerima keputusan saya untuk menjalin hubungan dengan lelaki …

Lanjut baca

Bekerja Demi Anak-Anak

“Saya sangat sedih harus berhubungan jarak jauh tapi syukurlah, komunikasi saya dan anak-anak tetap lancar.” “Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) bukanlah cita-cita saya. Saya bekerja di sini dikarenakan keadaan. Suami saya meninggal. Setelah sakit 1,5 tahun, kemoterapinya yang ke 5 gagal, dan kanker membawanya pergi untuk selamanya. Total biaya yang dihabiskan mencapai ratusan juta rupiah. …

Lanjut baca

Mengendalikan Masa Depanku

“Anak saya yang berusia 12 tahun harus bekerja untuk membantu saya di rumah.” “Sebagai ibu tunggal, saya merasa saya adalah sumber uang untuk anak-anak saya. Kembali ke kampung halaman saya, saya tidak pernah bekerja dan sejak saat itu saya hanya mengharapkan uang dari suami saya yang bekerja di Malaysia. Beberapa tahun kemudian, anak-anak dan Saya …

Lanjut baca

Ibu Dan Bakso

“Setiap ingat itu, saya merasa sedih.” “Saya lahir di keluarga yang miskin sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara. Karena kondisi keuangan yang kurang, tetangga selalu mengejek dan menghina saya. Kenyang dengan segala hinaan, saya tahu saya harus berbuat sesuatu. Maka itu, sejak kelas 6 SD, saya sudah berpikir untuk bekerja di luar negeri untuk memperbaiki …

Lanjut baca

Rumah Dimana Ibuku Berada

“Saya tidak cukup kuat untuk melihat wanita yang banyak berkorban untuk saya tapi saya tidak bersama dia secara fisik” “Mungkin ini pengorbanan saya untuk ibu saya yang sekarang sakit di desa, menantikan kembalinya saya untuk menjaganya tapi saya tidak punya pilihan lain karena saya tidak dapat mengambil cuti dan tidak ada uang tambahan untuk tiket …

Lanjut baca

Bekerja Dengan Tulus

“Walau begitu, saya tetap bekerja dengan sepenuh hati.” “Saya datang ke Singapura pada Oktober 2015 untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Tidak terasa, sudah 2 tahun berlalu. Saat itu, sebenarnya saya hanya ingin mencari pengalaman, ingin tahu bagaimana rasanya menjadi buruh migran. Tugas utama saya di sini yaitu merawat orang tua. Saat akhir pekan …

Lanjut baca

Khalifah Untuk Keluargaku

“Saya harus mematuhi syarat hidup dan saya di sini untuk bekerja karena itu adalah tanggung jawabku sebagai ayah, khalifah untuk keluargaku” “Saya telah bekerja di Malaysia sejak tahun 1989. Saya merasa belum lahir sejak saya mulai menjejak kaki ke Malaysia. Keluargaku semuanya ada di desa, kadang saya akui, saya merasa kesepian tanpa mereka tapi saya …

Lanjut baca

Jangan Berhenti Belajar

“Trauma dengan kejadian tersebut, saya tidak pernah mau kembali mengais rejeki di Singapura lagi. Tapi situasi berkata lain.” “Saya sudah bekerja di Singapura sebagai asisten rumah tangga sejak tahun 2010. Pekerjaan pertama saya sangat tidak menyenangkan. Saya tidak boleh menggunakan handphone dan juga tidak mendapatkan hari libur. Dua tahun berlalu diwarnai dengan isak tangis. Setelah …

Lanjut baca

Dibutakan Oleh Kekekalan

Saya baru berkahwin 3 tahun lepas dengan seorang lelaki dari Bangladesh. Budaya kami amat berbeza tetapi saya tidak kisah.. “Saya merupakan satu satunya harapan keluarga saya di kampung untuk mencari wang tambahan buat belanja bulanan. Pada masa yang sama, saya juga mencari lebih pengalaman di negara orang. Sudah 7 tahun saya bekerja di Malaysia dan …

Lanjut baca

Panutan Saya

Saya percaya setiap orang bisa meraih mimpi jika mereka terus berusaha.  “Saya pertama kali bekerja diSingapura pada tahun 1997. Sempat pulang ke rumah pada tahun 2002, menikah, dan kembali lagi ke Singapura 2 tahun setelahnya. Secara pribadi, saya suka di Singapura karena lebih aman. Dan untungnya, majikan saya orangnya sangat baik, saya sudah bekerja dengan majikan yang sama selama hampir 10 tahun. Selain untuk membantu perekonomian ibu dan anak perempuan saya di Indonesia, saya juga menabung supaya suatu hari nanti bisa mewujudkan impian saya.  Saya suka merancang busana. Panutan saya adalah Dian Pelangi. Dia salah satu perancang busana asal Indonesia yang sangat berbakat. Dialah yang menginspirasi saya untuk belajar tata busana secara online. Sekarang, saya sudah bisa merancang busana dan menjahit, tapi saya akan tetap terus belajar. Setiap hari Minggu, saya juga pergi ke masjid untuk mengajari teman-teman lain bagaimana cara menjahit.   Saya percaya setiap orang bisa meraih mimpi jika mereka terus berusaha. Setelah saya punya uang cukup, saya akan kembali ke Indonesia dan tinggal dekat dengan ibu dan anak saya.Saya akan merancang busana saya sendiri, memiliki merek sendiri, dan membuka butik saya sendiri.”  Istikomah, 40, Indramayu  

Lanjut baca

Sumber Kebahagiaan

Biaya lainnya di Malaysia cukup untuk kami berdua jadi sekarang kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk pulang dan pensiun, setelah 15 tahun bekerja di Malaysia. “Saya dulu bekerja sebagai tukang kebun di kampung halaman saya tapi gaji saya hanya cukup untuk biaya bulanan kami, saya tidak memiliki tabungan untuk masa depan setelah suami saya …

Lanjut baca

Kekasih Neraka

Suami saya sering memukul saya sebelum dia melarikan diri.. “Saya sudah bekerja di Malaysia selama 8 tahun dan semua 3 anak saya masih bersekolah. Setiap bulan saya akan mengirimkan sejumlah uang untuk biaya rutin mereka walaupun setengah dari gaji saya, saya simpan sebagai tabungan keluarga, saya tetap akan mengalokasikan beberapa ke dalam biaya sekolah mereka. …

Lanjut baca

Menunggu Waktu Yang Tepat

“Saya tidak sabar untuk pulang ke kampung” “Ini adalah tahun kelima saya di Malaysia, mungkin saya bisa mengadakan makan malam kesyukuran karena tabungan saya akhirnya cukup untuk memperbaiki rumah saya di desa, dan anak saya hampir lulus SMA sehingga dia bisa bekerja sama untuk membantu keluarga kami. Sebelum ini, saya mengirim uang setiap bulan kepada …

Lanjut baca

Seorang Bapa Yang Setia

“Dibutuhkan 20 tahun bekerja untuk akhirnya membangun rumah” “Pekerjaan pertama saya adalah sebagai kontraktor dan setelah 14 tahun bekerja di Malaysia di berbagai perusahaan, saya dipercayakan oleh atasan saya saat ini untuk menjadi supervisor di departemen logistik. Saya mengirim uang ke keluarga saya setiap bulan, setidaknya 30% dari saya gaji dialokasikan untuk biaya bulanan keluarga …

Lanjut baca

Masalah Dengan Kepercayaan

Saya ditipu dan hampir dijual ke kelab malam. “Ada pelbagai pengalaman yang saya lalui di Malaysia. Saya pernah hampir dijual ke kelab malam dan juga dibawa lari oleh pemandu teksi. Saya memang takut untuk berkawan sebab saya pernah ditikam kawan saya sendiri dari belakang. Saya takut untuk percayakan orang lain sejak saya ditipu kawan saya …

Lanjut baca

Dia Tanggungjawabku

Saya juga membantu nenek saya di desa karena saya pikir dia adalah tanggung jawab saya. “Saya baru saja tiba bersama saudaraku ke Malaysia untuk bekerja. Saya dan abang saya baru saja tiba di Malaysia 5 bulan yang lalu dan masih belum mengenal kehidupan di Malaysia. Untungnya saya mendapat majikan yang baik. Rumah dan makanan kami …

Lanjut baca

Kasih Sayang dan Kenangan Manis

Nenek saya yang menjaga saya dari yang kecil bersama saudara kandung saya yang lain dan karena dia sudah tua dan tidak dapat bekerja lagi, saya pikir itu adalah tanggung jawab saya untuk membayarnya kembali. “Setelah saya selesai sekolah, saya terus bekerja di Malaysia dengan paman saya di Malaysia. Karena ekonomi di Indonesia tidak begitu bagus …

Lanjut baca

Redha Dengan Takdirku

Melihat suami saya yang bekerja keras, saya berniat untuk bekerja tapi keadaan saya tidak membenarkan. “Saya tidak pernah bekerja saat saya tiba di Malaysia. Saya sudah 8 tahun disini dan menjaga anak kami sejak suami dan saya tiba di Malaysia. Saya hanya bergantung pada gaji suami saya dan syukurnya ia cukup bagi keluarga kami. Di …

Lanjut baca

Tidak Akan Melupakan Kampung Halamanku

Jika ada uang ekstra, saya akan kembali ke desa. Hanya untuk membawa anak-anak saya sehingga mereka tidak bisa melupakan asal usul dan kampung halaman mereka. “Saya sudah berada di sini selama 25 tahun tapi selama 25 tahun saya belum pernah bekerja. Saat saya baru sampai ke Malaysia dan saya terus menjadi ibu rumah tangga. Suami …

Lanjut baca

Tabungan Masa Hadapan

Kadangkala kami berdua amat rindukan anak anak kami tetapi bila fikirkan masa depan mereka, kami merasa bersemangat kembali “Saya percaya di umur saya ini saya seharusnya keluar dari kampung untuk mencari pengalaman, biarpun saya sudah mempunyai  2 orang anak di kampung. Saya merasa lebih bebas di sini dari di kampung. Di kampung saya, perempuan biasanya …

Lanjut baca

Kekuatan Seorang Ibu

Selama 6 tahun, hanya 6 kali saya bertemu anak saya tapi saya tidak peduli asalkan anak saya mengingat saya sebagai ibunya “Saya telah menjadi ibu tunggal dan telah menjaga anak saya sendiri, saya meninggalkan anak saya di desa saat baru berusia 2 tahun, dan anak saya masih terlalu muda dan belum bisa berbicara dengan saya. …

Lanjut baca

Pensiun Datang Kemudian

Saya ingin sekali pensiun dan pulang ke kampung tapi kerna memikirkan kebutuhan keluarga saya dan anak saya di Indonesia membutuhkan uang, saya teruskan juga bekerja di Malaysia dan pensiun itu datang kemudian saja. “Saya hanya menghitung hari tua saya di Malaysia. Sudah 15 tahun saya berjauhan dengan keluarga saya dan bekerja sendirian di Malaysia. Istri …

Lanjut baca

Saran Wanita Bijak

“Saya seharusnya tidak memperlakukan orang seperti yang tidak saya inginkan.” “Saya sudah bekerja di sini selama 6 tahun dan beragam orang yang saya temukan. Ada yang ramah tapi beberapa juga yang tidak begitu baik pada mereka yang sedang mencari rezeki. Saya tidak pernah mengambil hati dengan setiap temperamen pelanggan yang datang ke kios saya tapi …

Lanjut baca

Berusaha Untuk Masa Depanku

Jika diijinkan oleh Tuhan, saya ingin membuka perusahaan di Indonesia. “Saya sudah dalam 2 bulan saya bekerja di food court Pavilion di Kuala Lumpur dan saya pikir ini adalah pekerjaan yang memberi saya lebih banyak tabungan untuk hidup saya dan isteri. Dulu saya mulai bekerja di lokasi konstruksi dan bekerja selama 2 tahun tapi saya …

Lanjut baca

Disisi Saudaraku

Saya amat bersyukur kerna saya tidak keseorangan disini. “Saya memang sudah ada pekerjaan di Indonesia tetapi gaji saya di kampung tidak cukup untuk tabungan nikah saya. Dahulunya saya bekerja di lokasi konstruksi di kampung tetapi saya belum bisa lagi simpan uang saya untuk menikah. Ibu saya sudah tanya banyak kali tapi saya belum cukup uang, …

Lanjut baca

Di Jalan Yang Benar

Pada saat itu saya merasa seperti Tuhan benar melindungi rezki saya. “Saya baru berusia 1 tahun di Malaysia namun sudah memiliki pengalaman buruk di tempat kerja. Pekerjaan pertamaku adalah sebagai pembantu dan saya bisa bertahan hanya dalam 2 bulan. Majikan saya tidak mengizinkan saya untuk makan dan sholat di rumahnya. Saya dimarah tanpa alasan apapun, …

Lanjut baca

Seri tip pengetahuan WalletFriend

Pelajari praktik terbaik dalam mengelola uang hasil jerih payah anda dengan lebih baik. Tidak masalah jika anda bekerja di sawah, mengurus rumah tangga atau membantu menyajikan makanan di warung, kami di sini untuk terlibat dan berbagi informasi tentang pengelolaan uang.

Kami di sini untuk mengubah dunia sedikit demi sedikit!

WalletFriend Tip Bijak #19: Apa yang harus dilakukan saat berliburan?

Waspadai Bank Anda Sebelum pergi, beri tahu bank dan perusahaan kartu kredit tentang rencana perjalanan Anda. Ini akan mencegah mereka membekukan kartu Anda ketika mereka melihat pengeluaran “tidak biasa”. Juga, jika kartu Anda hilang atau dicuri, proses pelaporan mungkin lebih cepat dengan peringatan perjalanan di kartu Anda. Nilai Isi Dompet Anda Buat daftar isi dompet …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #18: Adakah Anda Chrometophobia?

Apa itu chrometophobia? Chrometophobia dan Chrematophobia berarti ketakutan akan uang. Menurut kata Yunani Chermato berarti uang sementara Phobos berarti keengganan yang mendalam, ketakutan atau ketakutan. Kedua kata itu berasal dari itu. Apakah kita menderita phobics ini di antara diri kita sendiri? Beberapa fobia hanya takut pada kekuatan uang yang merusak, yang lain mungkin takut akan …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #17: Cara Mudah Menghemat Uang Tunai

Selamat datang, kami kembali lagi dengan tip finansial baru! Tip minggu ini adalah tentang cara mudah untuk menghemat uang ekstra. Menentukan tujuan Menetapkan tujuan untuk penghematan Anda penting karena tujuan akan membantu Anda tetap fokus. Hal ini juga lebih mudah untuk melacak dan mengendalikan keuangan Anda dengan cara ini. Jika Anda ingin lebih banyak membantu …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #16 – Biaya Sebenar Dari Kartu Kredit

Disini kita kembali lagi dengan tip finansial baru! Tip minggu ini adalah tentang biaya sebenarnya dari kartu kredit. Kartu kredit adalah sesuatu yang sulit ditolak. Tampaknya seperti nyaman yang bisa Anda gunakan untuk membeli sesuatu dan sepertinya Anda memiliki jumlah uang yang tidak terbatas, tapi tidak ada yang jauh dari kebenaran. Kartu kredit tidak lebih …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 15: Simpan Uang dengan Cara Kreatif

Kami kembali lagi dengan tip finansial baru! Tip minggu ini adalah tentang menabung dengan cara yang kreatif dan lebih menyenangkan. Tip ini harus membuat Anda lebih termotivasi untuk menghemat uang. Tantangan Uang 52-Minggu Untuk tantangan ini, Anda akan menghemat 52 minggu. Biasanya Anda memulai dengan 1 dan menyelesaikan dengan 52 atau sebaliknya. Namun, untuk membuat …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 14: Menjadi Efektif Dengan Keuangan Anda – Pt.2

Dalam artikel kami sebelumnya, kami membahas bagaimana Anda bisa lebih efektif dengan keuangan Anda. Sebagai tambahan pada tip minggu lalu, kami membawa Anda langkah-langkah lain untuk menjadi lebih efektif. Pikirkan Kemenangan Untuk Dua Pihak Anda harus memikirkan sebuah kesepakatan atau solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Ini bisa menjadi pengaruh buruk untuk sebuah hubungan ketika …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 13: Menjadi Efektif Dengan Keuangan Anda – Pt.1

Kami kembali lagi dengan tip finansial baru! Tip minggu ini adalah tentang menjadi efektif dengan keuangan Anda. Untuk mengelola keuangan Anda dengan sukses, Anda harus bekerja dengan cara yang efektif. Kami akan menjelaskan bagaimana Anda bisa melakukan ini dengan menggunakan 7 langkah, terinspirasi oleh 7 kebiasaan Stephen Covey tentang orang-orang yang efektif. Untuk memulai semuanya …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 12: Cara Mengatasi Tantangan

Selamat datang, kami kembali lagi dengan tip finansial baru! Tip minggu ini adalah tentang mengatasi tantangan finansial dalam hidup. Robert Kiyosaki mengatakan bahwa ada 5 hal dalam hidup yang membuat Anda kembali menjadi sukses dalam menumbuhkan keuangan Anda: ketakutan, sinisme, kemalasan, kebiasaan buruk dan kesombongan. Ketakutan berarti memikirkan kehilangan uang Anda. Tetap saja, tidak ada …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 11: Meningkatkan Pendapatan Dengan Pekerjaan Sampingan

Selamat datang kembali ke tip mingguan kami, jika Anda pernah bersama kami sejak awal, kami harap kiat kami terbukti berhasil membantu Anda menambahkan isi dompet Anda. Hari ini kita memiliki tip baru untuk Anda yang dapat membantu Anda mengembangkan dompet Anda dan mencapai tujuan keuangan Anda. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas pertunjukan sisi. …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 10: Hutang Baik atau Hutang Buruk?

Kadang-kadang mungkin tampak bahwa utang adalah spiral yang tidak pernah berakhir, dan karena alasan ini, banyak orang ingin keluar dari hutang sesegera mungkin, dan untuk sebagian besar, mereka tidak salah. Tapi bagaimana jika saya mengatakan kepada Anda bahwa berada dalam hutang tidak harus menjadi hal yang buruk? Meskipun beberapa hutang tak terelakkan dan tidak dapat …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend #8: Jadikan Tabungan Anda Sesuai Untuk Anda

Karena kebanyakan dari Anda sudah tahu, tip kami lebih memfokuskan untuk membantu Anda mengelola uang Anda dan menambahkan isi dompet Anda. Hari ini tidak berbeda, kami siap membagikan tip baru kepada Anda yang bisa membantu menambah lebih isi dompet Anda! Jika Anda telah bersama kami sejak hari pertama, Anda sudah tahu tentang tujuan keuangan tip …

Lanjut baca

Tip Bijak WalletFriend # 9: Jenis Investasi Apa Yang Paling Sesuai Bagi Anda?

Hei guys, selamat datang kembali ke tips mingguan kami! Apakah Anda ingat tip minggu lalu tentang membuat tabungan Anda bekerja untuk Anda? Tidak? Kemudian lihat sekilas ke ujung Tip Bijak #8 kami. Di tip sebelumnya #8, kami secara singkat menyebutkan investasi di saham. Saat membeli saham Anda menjadi salah satu pemilik perusahaan, saham menandakan saham …

Lanjut baca

WalletFriend Tip #6 – Menetapkan Dana Darurat

Dalam tip kami sebelumnya, kami membahas pentingnya menetapkan tujuan keuangan pribadi dan untuk topik minggu ini, kami ingin mendiskusikan tujuan keuangan terpenting – dana darurat. Setiap orang telah mengatasi kemunduran dalam hidup mereka – bisa menjadi penyakit, perbaikan rumah tangga atau beberapa situasi yang tak terduga. Ketika itu terjadi, apakah anda sedia untuk menangani mereka …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #5: Tujuan Keuangan Anda

Kami kembali lagi untuk memberi tip lain untuk mengelola dompet anda. Kami berharap tips keuangan sebelumnya telah membantu anda sejauh ini namun jangan berakhir di sana. Tip ini berfokus pada penetapan tujuan keuangan. Kami percaya setiap orang memiliki beberapa gagasan untuk mencapai tujuan hidupnya. Misalnya membeli rumah, menabung untuk hari pernikahan atau bahkan membeli mobil …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #7: Bayar Diri Anda Dahulu

Kami kembali lagi dengan tip lain untuk membantu anda memenuhkan dompet anda dan mengelola uang anda dengan lebih baik. Sebagai tambahan pada tip minggu lalu, Tip Bijak WalletFriend # 6: Menetapkan dana darurat, kami memberi anda tip lain yang sama pentingnya dengan penghematan dan penganggaran. Kami membawa anda salah satu aturan tertua dalam keuangan pribadi: …

Lanjut baca

WalletFriend Tip #4: Apakah Saya Membutuhkan Ini?

Apakah keuangan anda bertambah sejak keluar Tip #3? Jika tidak, jangan khawatir, ianya butuh waktu untuk kebebasan finansial. Makanya, kami disini menyediakan tip lain untuk anda! Artikel ini terutama fokus pada bagaimana anda dapat membuat keputusan pengeluaran yang lebih baik agar sesuai dengan anggaran anda. Sering kali kita masih belum sadar memikirkan perilaku pengeluaran kita …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #1 – Lihat Kemana Uang Anda Pergi

Selamat datang di artikel pertama kami dalam rangkaian dimana kami berbagi kiat langkah demi langkah tentang bagaimana cara mengelola dengan lebih baik uang hasil jerih payah anda. #1 : Mulailah dengan mencatat semua pengeluaran harian anda Untuk memulai seri ini, anda perlu mulai mencatat semua pengeluaran anda dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik di mana …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #2 – Siapa Ambil Bagian Terbesar?

Di artikel kami sebelumnya, Tip Bijak WalletFriend #1, kami telah membahas pentingnya melacak pengeluaran Anda untuk menentukan ke mana uang anda dibelanjakan. Sekarang, kami yakin anda telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam melacak pengeluaran harian anda. “Apa yang diukur akan dikelola.” – Peter Drucker, Konsultan Manajemen, Pendidik, Penulis Jadi, selamat! anda telah mengatasi rintangan …

Lanjut baca

WalletFriend Tip Bijak #3 – Pak Penghasilan Bertemu Nona Pengeluaran.

Seperti kebanyakan orang lainnya, kita tentu menyukai “Hari Gajian” dan sejujurnya siapa yang tidak? Tiada perasaan lain seperti terbangun dan mengetahui bahwa uang hasil jerih payah anda akan segera berada di rekening bank anda. Mungkin ini hanya kita saja, tapi ketika mengetahui bahwa “Hari Gajian” sebentar lagi, kita akan segera memimpikan tentang daftar kecil “barang …

Lanjut baca