Kehilangan Suamiku Secara Mengejut

“Saya kehilangan suami saya tiba-tiba tanpa mengucapkan maaf atau saya mencintainya”

“Saya baru saja tiba di Malaysia 6 bulan yang lalu, saya akui bahwa saya masih belum mengenal tempat ini tapi teman-teman saya tidak pernah berhenti membantu saya menyesuaikan hidup saya di Malaysia. Teman-teman saya kebanyakan lebih muda dari saya dan saya yang tertua dalam kelompok kami, saya memutuskan untuk pindah ke Malaysia setelah suami saya meninggal dunia dan karena anak saya dan saya sangat membutuhkan uang, kami bahkan tidak memiliki rumah jadi saya menerima tawaran pekerjaan di Malaysia meskipun gajinya rendah. Saya mengirim hampir semua gaji saya kepada anak saya yang sekarang tinggal dengan ibu mertua.

Saya tahu bahwa saya akan bekerja di Malaysia untuk waktu yang sangat lama karena anak saya masih bersekolah dan kami butuh uang untuk membangun rumah sendiri di desa. Saya tidak ingin bergantung pada orang lain dan saya takut jika terjadi sesuatu pada anak saya di desa. Saya juga tidak memikirkan pensiun saat ini meski di usia ini saya harus sudah memikirkannya dan menghitung hari untuk pulang. “

Wati, 42 tahun, Jawa Tengah