Jangan Berhenti Belajar

“Trauma dengan kejadian tersebut, saya tidak pernah mau kembali mengais rejeki di Singapura lagi. Tapi situasi berkata lain.”

“Saya sudah bekerja di Singapura sebagai asisten rumah tangga sejak tahun 2010. Pekerjaan pertama saya sangat tidak menyenangkan. Saya tidak boleh menggunakan handphone dan juga tidak mendapatkan hari libur. Dua tahun berlalu diwarnai dengan isak tangis. Setelah kontrak kerja selesai, saya kembali ke kampung halaman. 

Awalnya, majikan kedua saya juga tidak meberi saya libur. Tapi saya tidak menyerah. Saya terus meminta ijin dan memberitahu mereka bahwa saya ingin belajar. Akhirnya mereka setuju. Mereka mendukung saya untuk belajar. Setiap hari Minggu, saya sekolah di AIDHA dan belajar banyak tentang bisnis dan marketing. Saya juga bertemu banyak teman-teman baru, kita semua saling membantu satu sama lain.

Saya baru saja lulus beberapa minggu yang lalu dan sangat bangga akan diri saya sendiri. Menjadi buruh migran ternyata membuka peluang saya untuk sekolah di Singapura. Suatu hari nanti ketika sudah berkecukupan, saya bercita-cita untuk membuka kursus bahasa Inggris di kampung saya agar anak-anak lain pun bisa terampil berbahasa Inggris. Pesan saya untuk semua buruh migran, jangan pernah berhenti belajar, gunakan hari liburmu untuk sesuatu yang positif.”

Leliyah, 25, Cirebon