Bekerja Dengan Tulus

“Walau begitu, saya tetap bekerja dengan sepenuh hati.”

“Saya datang ke Singapura pada Oktober 2015 untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Tidak terasa, sudah 2 tahun berlalu. Saat itu, sebenarnya saya hanya ingin mencari pengalaman, ingin tahu bagaimana rasanya menjadi buruh migran. Tugas utama saya di sini yaitu merawat orang tua. Saat akhir pekan atau hari libur, saya hanya di rumah saja, membaca buku atau membaca artikel di Internet.

Majikan saya orangnya baik, tapi saya rasa gajinya tidak sebanding dengan beban pekerjaan. Walau begitu, saya tetap bekerja dengan sepenuh hati. Saya merawat dan memperlakukan nenek majikan dengan baik, seperti saya merawat nenek saya sendiri. Saya percaya, kerja apapun, asalkan tulus, kita pasti diberkati.

Anak laki-laki saya adalah motivasi saya, salah satu alasan saya bekerja dengan giat. Dia sekarang berada di Indonesia, sedang mempersiapkan ujian skripsi. Dia sangat baik dan pintar. Saya harap, dia bisa menjadi sarjana, mendapat pekerjaan, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Saya sangat menyayangi dia dan sangat bersyukur memiliki dia. Selain itu, saya juga berharap saya bisa mengumpulkan cukup uang untuk membangun rumah anak saya.”

Jennie, 43, Manado